Student Life (Part 2)

Img_0602 12 July 2006, Helsinki

Beginilah hari2 di flat Piia yang super enak itu: tiap hari browsing internet dengan makanan yang enak2 dari kulkas: roti, mentega, keju, susu, juice, yoghurt. Sambil dengerin koleksi CD Piia yang asik2 dan jarang2. Trus buku2 Piia yang juga ngebuat suasana kayak di toko buku QB, dari buku2 Milan Kundera hingga economic development. Yang terakhir adalah sebuah major yang kayaknya bakal asik buat diselami, setidaknya bagi saya.

Terus, Piia yang baru baca koran pagi bakal maki2 Bush setelah baca tentang penyerangan Israel ke Lebanon, n kita bakal ngobrol2 tentang kondisi2 ekonomi negara dunia ketiga. 

Malam harinya, setelah ngegosip bentar tentang musik dan film bareng dia n temen flatnya: Maria, kita nonton serial TV: waktu itu adalah Sex n the City. Itu kalo nonton TV, yang lebih sering lainnya, adalah partyyyy!!! ”Pesta dalam rangka apa nih?” dan mereka bakal jawab, ”Party aja, hehehe.. Dalam rangka summer, ato dalam rangka.. jumat..”

Satu hari saya dateng ke sebuah party yang rada aneh (orang Finlandia emang kata orang2 Eropa: aneh). Bukan pesta barbeque kayak di Berlin, ato pesta graduation party di Moscow. Partynya diadakan di apertemen glassy, dengan makanan disajikan ala cuisine. Pake serbet, dengan tiga tumpuk piring yang dipake berurutan, plus garpu dan pisau ditata berjejer dipake dari sisi luar. Tapi, semua yang dateng pake baju casual semua. Maklum, semuanya student juga. Dari yang centil2 ala Britney Spears, ampe yang serem ala aktivis anti-kapitalisme. Dan anehnya, semua orang itu membaur gitu aja. Ga ada tuh istilah, ’kamu kan beda, jadi jauh2lah!’

Pesta aneh lainnya, adalah sebuah pesta absurd di apartemen nan sempit di deket danau Toolo. Student2 temen universitas Piia dateng atas undangan si mpunya yang hendak mempersembahkan konser kecil. Si ’mpunya rumah dan bandnya, dengan bermodalkan piano, gitar, dan akordion, ngeimprovisasi semua lagu dari Final Countdown ampe Living on Prayernya Bon Jovi, dengan sedikit sense humor Finlandia yang.. aneh..

Dan tentunya, semua orang dengan segala macam ekspresi itu membaur gitu aja. Segarang apapun penampilan, mereka senyum2 polos sambil nanya2 tentang Indonesia. Mungkin pikir mereka, jilbab juga cuma satu ekspresi lain aja kali :D Ga ada anehnya dibanding dandanan lain, everybody is weird after all..:D

Love it! Feel at home (again)..

One Response to “Student Life (Part 2)”

  1. Ahmad Thoha Says:

    …pengalaman2 yang menarik, atau penuturannya ya yang menarik? Apapun itu, aku yakin, akan lebih bermanfaat kalau jadi buku. lebih banyak yang baca: banyak yang terinspirasi,…n banyak juga yang mengkritik. Jangan terlalu lama menunggu, sebab cerita sebagus apapun ada potensi jadi basi.

Leave a Reply