Tapi Ku Baik2 Saja..

Img_1005

1 August 2006, Oslo

Aku duduk menghirup udara segar jam 9 pagi di sebuah kursi kayu tua. Kursi kayu yang ada di penghujung benteng tua kota Oslo. Di depan, pelabuhan Oslo dan segala aktivitas paginya mulai bergerak. Segar.
Baik2 saja..

Saya pun membuka roti yang saya beli di supermarket tadi. Mengoleskan selai coklat ke roti itu dengan bahagianya, ohohoho..
Saya makan seadanya sambil ngeliatin ibu kota Norwegia di depan yang adem ayem itu - kota yang kalah spektakuler kalo dibandingkan bagian2 Norwegia lainnya yang edan. Sebuah jam raksasa berdenting keras di kejauhan, pukul 9.15.

Udara pagi sangat bersahabat dan angin sepoi2 berhembus. Keadaan setenang debur ombak di pelabuhan di bawah. I feel calm n happy..

Dan kemudian, sebuah kebenaran sederhana pun hinggap di kepala, ‘Why shouldn’t we?’

Why worry..?

Di luar duit yang minim, dan ‘perjuangan2’ tuk hidup di Eropa dengan kondisi yang minim. Di luar kesendirian bepergian dengan keamanan yang ga pernah terjamin seratus persen.. Why worry..?

Karena ombak di pelabuhan di bawah baik2 saja. Gedung2 perkantoran di seberang sana baik2 saja. Nobel Peace Centre di tepi pantai juga. Jam besar di kejauhan juga. Udara di antara kita juga baik2 saja..
Kalo saat ini harus ada sesuatu yang dinamakan ‘masalah’, maka tidak bisa tidak dia hanya akan ada di dalam kepala manusia..

Kata ‘masalah’ tercipta ketika ada seseorang bernama ‘saya’, yang tentunya tidak selamanya keinginannya terpenuhi?
Tapi kalau tidak ada ‘saya’, atau katakanlah kalau ia tidak terlalu ‘dipikirin’, why worry..?

Karena Hidup.. baik2 saja..
Alam semesta terus2an mengalir untuk tetap seimbang .. apa2 harus digantikan..
Itu semua baik2 saja..
Menjadi ‘masalah’ ketika ada ‘saya’ yang harus ’suatu saat tergantikan’ itu..

The biggest problem in the universe is yourself..

(N btw, kalo ada yang harus diselesaikan, selesaikan aja. Bukan ’masalah’, selesaikan aja..:D)

Leave a Reply